6/26/2008

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-nilai Nasionalisme

Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.

2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme

1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang

2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.

5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.

Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.

Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.

Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.

Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.

Dampak Globalisasi terhadap Kehidupan Bangsa Indonesia

Dari aspek ideologi, Pancasila yang merupakan “way of life” bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius, bukan saja orang enggan bicara tentang Pancasila, tetapi justru nilai-nilai yang terkandung didalamnya nyaris tidak lagi dihayati dan diamalkan. Mungkin hal ini adalah akibat dan sikap traumatis dari pengalaman masa lalu, atau dapat pula karena terlahir generasi baru yang telah menganggap bahwa Pancasila sudah tidak bermakna lagi.
Distorsi pemahaman dan implementasi yang terjadi saat ini, dapat kita amati fenomenanya antara lain :

· Terjadinya kemerosotan (dekadensi) moral, watak, mental dan perilaku/ etika hidup bermasyarakat dan berbangsa terutama pada generasi muda.

· Gaya hidup yang Hedonistik, materialistik konsumtif dan cenderung melahirkan sifat ketamakan atau keserakahan, serta mengarah pada sifat dan sikap individualistik.

· Timbulnya gejala politik yang berorientasi kepada kekuatan, kekuasaan dan kekerasan, sehingga hukum sulit ditegakkan.

· Persepsi yang dangkal, wawasan yang sempit, beda pendapat yang berujung bermusuhan, anti terhadap kritik serta sulit menerima perubahan yang pada akhirnya cenderung anarkhis.

· Birokrasi pemerintahan terlihat semakin arogan berlebihan, cenderung KKN dan sukar menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat. Pemberan-tasan korupsi yang berakar pada birokrasi ini yang terasakan amat sulit karena telah membudaya.

Perkembangan sistem politik di Indonesia menunjukkan tatanan yang makin amburadul, walaupun orang berkilah karena dianggap masih masa transisi, sehingga apapun yang terjadi di tengah masyarakat ini dianggap pula wajar. Tetapi sebenarnya sistem politik kita cenderung mengarah kepada ketidak serasian dan perpecahan bangsa. Pengertian kedaulatan di tangan rakyat makin disalah artikan, sehingga tumbuh menjamurnya berbagai partai politik yang pernah tercatat hingga lebih dari 100 partai akan menyulitkan untuk melaksanakan Pemilu. Kepemimpinan nasional yang kurang berwibawa dalam menghadapi masalah-masalah besar, ditambah pula kondisi birokrasi pemerintahan yang penuh dengan korupsi, kolusi dan nepotisme, menjadikan keberadaan pemerintah menghadapi cercaan masyarakat. Dinilai tidak mampu mengendalikan mekanisme kerja jajarannya dan mungkin pada gilirannya nanti bisa menjadi “lumpuh”. Budaya politik yang melahirkan primordialisme sempit dan khususnya bagi partai yang berkuasa hanya berorientasi pada kekuasaan dan pemaksaan kehendak, maka mereka tidak pernah lagi memikirkan nasib rakyat secara keseluruhan. Selama lima tahun berkuasa dapat diamati bahwa kemakmuran dan kesejahteraan hanya ada pada partai yang berkuasa itu, sambil terus mengupayakan agar bagaimana dapat memenangkan Pemilu berikutnya dan merebut kekuasaan lagi.
Pada aspek ekonomi, boleh disoroti bahwa selama “era reformasi” ini apakah pemerintah telah mampu meletakkan dasar-dasar dan landasan pembangunan ekonomi yang kuat ? Dengan masih dirasakan terjadinya fluktuasi moneter, tidak adanya tambahan investasi, kecilnya minat asing untuk menanamkan modal di Indonesia dan belum bangkitnya sektor riil, akan semakin mempersempit peluang kerja, meluasnya gejala PHK, tidak tertampungnya angkatan kerja baru dan lengkap sudah kemiskinan, pengangguran dan kebodohan menimpa rakyat kita.

Kecenderungan akselerasi perekonomian global yang bebas menembus batas negara, melalui banjirnya produk, jasa, dana dan informasi ke berbagai pelosok dunia, menjadikan Indonesia hanya sebagai sasaran dan arena pemasaran. Sementara produk dalam negeri mengalami kelesuan sulit menembus pasar di luar negeri. Produk-produk luar negeri dengan kualitas yang baik dan harga yang relatif murah, terus masuk dengan dilandasi komitmen “free trade”. Kondisi ekonomi yang melanda Indonesia saat ini juga disebabkan oleh iklim politik, penegakan hukum, dan keamanan yang tidak menunjang. Stabilitas nasional selalu terganggu, keamanan usaha tidak terlindungi, akibatnya produktivitas anjlok.

Pada bagian lain, terutama aspek sosial budaya dipicu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama pada bidang komunikasi, transportasi dan informasi telah merubah paradigma sosial begitu cepat, khususnya aspek budaya. Meluasnya masyarakat majemuk yang sangat heterogen, baik dari segi suku, agama, adat istiadat, kebiasaan dan perilakunya. Walaupun ada segi positifnya, namun tidak sedikit akibat negatif yang ditimbulkan. Kecenderungan pelanggaran hak asasi manusia, sulitnya orang mencari keadilan, kriminalitas yang berkadar tinggi, serta kebringasan sosial yang seringkali sulit dikendalikan semua itu menunjukkan bahwa kita belum mampu mengendalikan perobahan tersebut. Perobahan sosial berikutnya bahwa pluralitas tidak terfocus hanya pada aspek SARA, tetapi dimasa yang akan datang kemajemukan itu ditandai dengan adanya sinergi dari peran, fungsi dan profesionalisme individu atau kelompok. Sehingga kontribusi profesi individu/kelompok itulah yang akan mendapat tempat dimanapun mereka berprestasi.

Pembangunan pendidikan di semua strata/level belum menghasilkan lulusan yang optimal baik dari segi penguasaan ilmu dan keterampilan maupun budi pekerti mereka. Polemik yang berkembang sekarang adalah soal anggaran pembangunan pendidikan yang terlalu kecil. Minimnya sarana, prasarana dan degradasi kualitas tenaga pengajar. Belum lagi perobahan kurikulum dan tentang kesejahteraan guru atau dosen.

Di bidang keamanan, masih sangat memprihatinkan. Sebagai “limbah” dari berbagai permasalahan hidup, maka derajat kriminalitas sekarang ini sangat “menakutkan”, mengganggu ketentraman dan kenyamanan hidup bermasyarakat. Kasus-kasus kriminal yang berkembang saat ini justru sudah tidak lagi memperhatikan hak asasi manusia dan naluri kemanusiaan. Kejahatan yang dilakukan oleh manusia sudah tidak seuai dengan harkat kemanusiaan itu sendiri.

Esensi Nasionalisme Indonesia yang harus Dipertahankan

Sesungguhnya nilai-nilai nasionalisme (faham tentang kebangsaan) itu bersumber dari sosio-kultural bangsa dan bumi Indonesia. Sekalipun akan mengalami interaksi dengan dunia luar dalam era globalisasi, tetapi hakekatnya tidak boleh berubah. Seperti halnya nilai-nilai Pancasila sebagai esensi pertama, secara intrinsik tidak akan berubah, apalagi hal itu memiliki nilai-nilai mendasar dan sebagai “way of life” bangsa Indonesia, serta sebagai dasar Negara Republik Indonesia akan tetap dapat dipertahankan. Sekalipun saat ini mengalami pasang surut dan mungkin sedikit “memudar” sifatnya tentu sementara.
Esensi kedua adalah UUD’ 45 sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, akan tetap menjadi kaidah utama. Kita sadari dan di implementasi-kan bahwa untuk menata negara dan masyarakat diperlukan berbagai undang-undang dan peraturan yang tentunya harus bersumber pada Undang-Undang Dasar ini. Faham kebangsaan kita menyadari dengan sepenuhnya, bahwa semua tata kehidupan bangsa, harus telah tertuang dan teratur didalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar tersebut. Hal ini sekaligus merupakan komitmen kita bersama dalam mendirikan Negara Republik Indonesia.

Esensi ketiga adalah Rasa cinta tanah air dan rela berkorban. Sebagai bangsa yang merdeka karena perjuangan melawan penjajah dan telah mengorbankan jiwa raga beribu-ribu pahlawan bangsa, maka rasa kebangsaan kita harus dilandasi oleh tekad dan semangat terus berupaya mencintai tanah air Indonesia dengan segala isi yang terkandung didalamnya sepanjang masa. Karena hanya dengan rasa cinta tanah air, bangsa ini akan tetap utuh dan akan rela berkorban pula bagi kejayaan bangsa dan Negaranya. Sekalipun “hujan emas” di negeri orang tentu tidak seindah hidup di negeri sendiri, walaupun serba menghadapi kesulitan dan kemiskinan.

Esensi keempat adalah rasa persatuan dan kesatuan bangsa didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini yang sekarang terkoyak-koyak dan nyaris menghadapi disintegrasi. Pengaruh globalisasi sangat besar, eforia-reformasi, telah membuat bangsa Indonesia hampir-hampir kehilangan arah dan tujuan. Ide sparatisme dan upaya-upaya memisahkan diri dari NKRI oleh beberapa daerah, adalah contoh nyata yang perlu kita cegah. Kalau ide tersebut dibiarkan berkembang maka Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami ancaman yang serius. Sudah tentu hal tersebut mengingkari akar nilai-nilai persatuan dan kesatuan, yang telah dirintis oleh para pendahulu Republik ini.

Esensi kelima tentang wawasan kebangsaan yang bersumber dari wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional hendaknya terus dapat melekat pada hati dan dihayati sepenuhnya oleh warga Negara Indonesia, sehingga tertanam pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang sarwa Nusantara, merangkul semua kepentingan dan mengarahkan pada cita-cita dan tujuan pembangunan Nasional.
Yang terakhir adalah disiplin nasional. Bangsa yang ingin maju dan mandiri harus memiliki disiplin nasional yang tinggi. Nasionalisme berakar pula pada budaya disiplin bangsa tersebut. Justru antara disiplin nasional dan nasionalisme, merupakan dua sisi mata uang yang saling berpengaruh. Makna dan esensi disiplin nasional akan terlihat pada disiplin para penyelenggara Negara, tertib dan lancarnya pelayanan masyarakat, serta dalam berbagai kehidupan sehari-hari.

Memupuk Nasionalisme di tengah-tengah Gelombang Pengaruh Globalisasi

Upaya memupuk nasionalisme agar tidak rentan, mudah pudar dan bahkan terkikis habis dari “dada bangsa Indonesia” tentu perlu keseriusan dan optimisme. Ada sasanti di beberapa lembaga pendidikan yang mungkin pernah kita dengar atau dilihat, bahwa dalam rangka kaderisasi calon-calon pemimpin bangsa, hendaknya terus dimantapkan “dwi warnapurwa – cendekia wusana”. Secara sepintas inti maksudnya adalah untuk menciptakan kader-kader pemimpin bangsa ini, agar memiliki rasa dan jiwa nasionalisme yang tinggi dan serta berpikir cerdas dan patriotik. Merah putih lebih dulu, baru kecakapan intelektualitas dan kecendikiawanan yang tinggi untuk melengkapinya. Tidak kita inginkan dimasa datang banyak pemimpin kita cakap dan cerdas tetapi tidak memiliki jiwa kejuangan atau mentalnya lemah. Walaupun pengaruh globalisasi “mendera” dan “melarutkan” apa saja yang ada dimuka bumi ini, tentu tidak boleh larut dan tersapu semua nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme tersebut. Oleh sebab itu yang perlu dipupuk pada dasarnya adalah jati diri Bangsa Indonesia. Beberapa esensi jatidiri antara lain :

a. Bangsa Indonesia Sebagai Bangsa Pejuang dan Anti Penjajah.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, telah menjadi pelajaran dan melegitimasi citra Bangsa Indonesia, dimata dunia, bahwa Bangsa Indonesia akan tetap dikenal sebagai bangsa yang anti penjajah dan rela berkorban bagi kejayaan bangsanya. Semangat ini dipupuk terus dengan penerusan implementasi nilai-nilai, melalui wahana pendidikan di berbagai strata bagi generasi penerus bangsa dan menanamkan sikap anti penjajah bagi generasi muda, karena di pundak merekalah masa depan bangsa ini akan kita wariskan.

b. Bangsa Indonesia Cinta damai dan Lebih Cinta Kemerdekaan.

Dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, senantiasa terus menggalang persatuan dunia menuju pada tata kehidupan dunia yang lebih damai dan sejahtera. Itulah jati diri Bangsa Indonesia sebagai lambang Nasionalisme dan sekaligus Internasionalisme sebagai bangsa yang aktif dan turut serta untuk menciptakan perdamaian dunia yang abadi. Di dalam situasi seperti sekarang ini dimana dunia sedang “terancam perang” di berbagai belahan benua, maka di pandang perlu Indonesia tampil dan memelopori usaha-usaha perdamaian melalui berbagai forum Internasional bersama-sama bangsa lain yang sejalan.

c. Sebagai Bangsa Indonesia yang Berbudaya Luhur ramah dan bersahabat.

Keluhuran budaya Indonesia terletak pada karakter dan citra bangsa yang ramah dan bersahabat. Karena kita anti penjajah dan cinta perdamaian, maka memupuk pesahabatan antar bangsa menjadi motivasi dan langkah-langkah kongkrit untuk merealisasikan cita-cita perdamaian. Budaya demikian itu terus di pupuk, di kembangkan dan dipromosikan ke semua bangsa di dunia ini, agar keberadaan Indonesia dan perannya dapat mengangkat derajat dan martabat bangsa Indonesia. Budaya Nasional yang merupakan akumulasi dari puncak-puncak budaya daerah, hendaknya terus dapat dipelihara dan dijaga kelestariannya. Hanya bangsa yang bisa mempertahankan jati diri dan budaya Nasionalnya yang akan bisa menjadi bangsa yang besar.

d. Kesetaraan dan Kemandirian Perlu Dipupuk Terus Untuk Mengejar Ketinggalan.

Martabat Bangsa Indonesia adalah ingin setara/sejajar dengan bangsa-bangsa lain, oleh karena itu upaya untuk mengejar kemajuan dan kemandirian adalah suatu tekad dan semangat yang tidak boleh terputus sekalipun menghadapi berbagai kendala. Persaingan antar bangsa akan semakin terlihat pada persaingan kualitas sumber daya manusianya dan bukan saja pada sumber daya alamnya.

Selain hal-hal normatif dan mendasar yang masih menuntut aktualisasi dan representasi tersebut, terdapat juga komitmen dan tekad baru yang kini tampak sebagai “trend” dan fenomena cemerlang untuk memelihara nasionalisme.

Pertama, keunggulan kompetitif sumber daya manusia (SDM). Sebenarnya tidak kurang bibit unggul dan kader potensial dari putra-putri Indonesia yang kelak diharapkan dapat menjadi patriot-patriot pembangunan dan mampu membawa Indonesia ke pintu gerbang kegemilangan dan kejayaan. Berbagai sekolah unggulan dan lulusan pendidikan di dalam maupun di luar negeri terbukti cukup apresiatif dan bahkan telah mampu menjuarai berbagai olympiade sains dan teknologi. Putra-putri seperti inilah yang bisa membagi kebanggaan. Tidak sedikit manager muda berbakat pada lembaga pemerintah ataupun swasta dengan menampilkan kepiawaian manajemen. Hal ini tentu dapat memberikan semangat kepada generasi baru yang akan datang lebih dapat memacu diri untuk berprestasi dan bangga akan teman-teman sebangsanya.

Kedua, Pluralitas yang menghasilkan sinergisme. Kemajemukan bangsa Indonesia yang kian hari kian terbentuk secara alami dan menuju pada sikap inklusif dari berbagai suku agama, ras dan golongan, akan terus berkembang pesat dan bahkan tak mungkin dihambat. Kecenderungan masa kini dan dimasa yang akan datang integrasi bangsa Indonesia tidak lagi terfocus pada faktor suku, agama, ras dan golongan tersebut, tetapi lebih mengarah pada integrasi dan sinergi yang lebih maju, yakni berkaitan dengan peran, fungsi dan profesi orang per orang maupun dalam hubungan kelompok. Dimasa yang akan datang orang tidak lagi bertanya “kamu dari mana, suku apa, dan agamanya apa ?” tetapi lebih banyak pada pertanyaan “kamu memiliki kemampuan dan skill” apa atau keahlian dan profesi apa, yang bisa di ajak bekerja sama untuk menghasilkan suatu karya. Disini akan tersirat sikap dan sifat-sifat saling memberi dan saling menerima segala macam perbedaan yang pada muaranya akan dapat melahirkan rasa bangga dan nasionalisme yang luas.

Ketiga, semangat tidak kenal menyerah dan tahan uji. Ada berbagai ungkapan dan perasaan sebagian besar bangsa Indonesia yang tetap tahan uji dan cukup membanggakan. Berbagai musibah bencana dan malapetaka terus datang silih berganti, seperti yang kita rasakan datangnya “tsunami”, tanah longsor, bencana banjir, flu burung, demam berdarah, busung lapar dan lain sebagainya namun tetap membuat kita tawakal dan berusaha untuk mengatasi secara bergotong royong baik antara Pemerintah dan lembaga resmi/tidak resmi maupun solidaritas antar masyarakat sendiri.

Begitu pula tatkala menghadapi “ancaman” negara lain dalam bentuk pelanggaran perbatasan, penyerobotan pulau, bahkan penghinaan oleh kelompok bangsa tertentu, ternyata kita tahan uji dan bahkan mampu membangkitkan semangat Nasionalisme yang tinggi untuk menghadapi semuanya.

Keempat, semangat demokrasi menjadi pilihan bersama. Era demokratisasi, sudah membangkitkan tekad dan semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat. Negara demokrasi sebagai pilihan tepat karena dari sinilah akan lahir bingkai-bingkai sehat, dimana orang-orang bersepakat dan bersama-sama dalam menentukan pilihan bersama. Dengan demikian tata kehidupan berdemokrasi inilah yang akan menjadi semangat baru dan semangat bersama generasi penerus bangsa Indonesia yang sekaligus akan menjadi semangat nasionalisme yang kental dalam era yang baru.

Kelima, semangat desentralisasi dan otonomi daerah. Kebijakan Pemerintah dalam upaya desentralisasi kekuasaan kepada daerah-daerah dan memberikan otonomi yang luas kepada tiap-tiap daerah, akan melahirkan semangat kebebasan dan semangat kemandirian untuk membangun daerahnya masing-masing. Ada kompetisi didalamnya, tetapi juga tuntutan kreativitas di masing-masing daerah untuk lebih maju dan semakin dapat mensejahterakan masyarakatnya.

Disentralisasi tidak boleh mengarah pada federalisme apalagi memecah belah integrasi Nasional. Otonomi daerah juga tidak boleh mengarah kepada disintegrasi bangsa. Oleh karena itu rambu-rambu untuk tetap dapat menjaga utuhnya NKRI harus difahami bersama dan didasari oleh semangat demokrasi, integralistik dan wawasan kebangsaan Indonesia yang lebih mendalam.

Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme

Langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :

1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.

2. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.

3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.

4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.

5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah-langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Globalisasi sebagai fenomena kontemporer mustahil akan meniadakan pluralisme kebudayaan dan peradaban. Sebaliknya, dalam perwujudan yang ekstrem, globalisasi justru akan menjadi pembangkit nasionalisme yang timbul karena kesadaran sebagai salah satu elemen budaya yang khas. Dalam hubungan ini akan berlaku hukum "serangan balik", yaitu bahwa tarikan ke arah globalisasi yang ekstrem akan menimbulkan gerak balik ke arah berlawanan, berupa reaksi penentangan yang cenderung menggejala sebagai akibat dominasi pengaruh budaya asing terhadap budaya lokal.

Sebagai kesimpulan secara umum bahwa Nasionalisme bangsa Indonesia belum memudar, sekalipun saat ini didera oleh pengaruh globalisasi dan liberalisasi serta proses demokratisasi. Tantangan baru ini harus dihadapi dengan serius dan optimisme, bilamana tidak di pupuk kembali dan tidak mendapat dorongan semangat baru oleh para pemimpin bangsa ini, maka tidak mustahil faham tentang kebangsaan ini akan tersapu oleh peradaban baru yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur sosio-kultural bangsa kita.
Hanya tekad dan semangat yang disertai usaha yang serius melalui wahana pendidikan akan dapat diharapkan mampu melestarikan semangat nasionalisme. Tidak salah kiranya bahwa perhatian para pemimpin, tokoh masyarakat, serta seluruh komponen kekuatan bangsa untuk bersama-sama membenahi sistem pendidikan nasional, agar mampu menghasilkan lulusan/hasil didik sebagai generasi penerus bangsa yang dapat membawa kemajuan dan kejayaan di era Indonesia baru. Pada sisi lain sosialisasi nilai-nilai Intrinsik nasionalisme melalui berbagai lembaga dan masyarakat harus terus diupayakan. Karena generasi bangsa ini terus diperbarui oleh generasi baru yang menuntut pemahaman yang hakiki.

6/24/2008

Lelaki Sejati

Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja, tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari jumlah tanggungjawab yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Lelaki yang sejati bukanlah dilihat dari rajinnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Metering Mode

Metering is used to determine the brightness of the subject, which in turn determines shutter speed and aperture. The D70s offers three methods for determining the optimal exposure level for the subject.



Mengabadikan Poto dalam Perjalanan

Sebuah perjalanan menyimpan sejuta kenangan. Dan foto menjadi "tempat" untuk mengabadikan kenangan tersebut. Itu sebabnya kamera selalu menjadi peranti yang tak boleh terlupakan bagi seorang traveler.

Kini, memotret jauh lebih mudah dengan hadirnya kamera digital. Hampir dalam segala hal, kamera digital memberi kemudahan dibandingkan kamera-kamera "jadoel". Jika dulu Anda harus membawa sejumlah rol film, kini cukup dengan sekeping kartu memori. Kartu memori jenis SD (secure digital) misalnya, ukurannya tak lebih besar dari keping uang logam, tapi kapasitasnya dapat menampung ratusan hingga ribuan foto.

Bagi Anda yang awam dengan teknik pemotretan, dulu tentu direpotkan dengan urusan pencahayaan. Namun, kini Anda tak perlu repot lagi karena semua sudah diambil alih oleh "kecerdasan" kamera. Apalagi, dengan hadirnya layar LCD yang memungkinkan melihat tampilan obyek, Anda sudah dapat memperkirakan hasil foto sebelum menjepretkan kamera digital.

Jika Anda cukup memahami teknik-teknik dasar pemotretan, menggunakan kamera digital tentu lebih menyenangkan lagi. Terbuka lebar ruang untuk berkreasi bagi Anda yang ingin membuat hasil foto tertentu. Umumnya kamera digital sudah menyediakan mode pemotretan yang sudah diprogram terlebih dahulu, misalnya untuk pemotretan di malam hari atau untuk memotret anak-anak dan benda bergerak. Anda tinggal mengatur kamera pada mode tersebut, dan jepretkan kamera. Mudah sekali bukan?

Tips bepergian

Akan tetapi, kenangan perjalanan dapat hilang selamanya jika Anda tidak mempersiapkan kamera digital dengan baik. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan? Budi Dwi Putranto, technical support dari layanan pelanggan Nikon memberikan tips berikut ini:

  • Sediakan kartu memori dengan kapasitas yang cukup. Anda tentu tidak mau repot-repot membawa laptop dan setiap kali mentransfer hasil foto bukan? Selain menyita waktu, membawa-bawa laptop sangat tidak praktis dan berisiko-entah rusak atau hilang di jalan. Lebih baik Anda membawa kartu memori berkapasitas besar atau tambahan kartu memori cadangan. Jika hendak menukar kartu memori, perhatikan dengan saksama sehingga Anda tidak mencabutnya saat kondisi kamera masih hidup.
  • Mungkin Anda bertanya, berapa kapasitas kartu memori yang dibutuhkan. Pertanyaan ini tentu saja terpulang kembali pada kebutuhan Anda: berapa lama perjalanan yang Anda lakukan dan seberapa baik kualitas gambar yang Anda inginkan. Tabel di bawah memberi gambaran banyaknya gambar yang dapat Anda ambil menggunakan kartu memori dengan kapasitas 512 MB, berdasarkan besar (resolusi) dan kualitas gambar.
  • Jangan lupa membawa charger atau baterai cadangan. Sebagai sumber daya, baterai merupakan "nyawa" kamera digital. Ada kamera yang menggunakan baterai yang relatif murah-bisa menggunakan baterai alkaline-, ada juga yang mahal. Jika Anda berencana melakukan perjalanan panjang-katakan, menembus hutan seharian-dan sepanjang jalan kemungkinan Anda aktif memotret, sangat dianjurkan untuk membawa baterai cadangan. Anda dapat menghemat pemakaian bateri dengan mematikan LCD.
  • Jika Anda bepergian ke daerah pegunungan atau negara sub-tropis yang hawanya dingin, perhatikan cadangan baterai Anda. Pasalnya, suhu dingin dapat memengaruhi kemampuan baterai dan bisa menguranginya hingga tinggal seperempatnya. Bawalah cadangan baterai lebih banyak. Jika memungkinkan, bawa juga dry box dan silica gel untuk melindungi kamera Anda.
  • Bawalah tripod untuk membantu pemotretan pada situasi-situasi tertentu. Tripod sebenarnya bukan monopoli fotografer profesional. Ada banyak situasi di mana Anda membutuhkan tripod, misalnya pada saat senja di mana cahaya matahari sudah tidak kuat lagi, atau juga saat cuaca mendung. Tripod sendiri banyak macamnya. Pilihlah jenis yang kecil dan memiliki sarung yang mudah dibawa-bawa.
  • Kamera digital merupakan perangkat canggih yang dapat rusak apabila jatuh atau terkena air. Oleh karena itu, pastikan Anda membawanya dengan berhati-hati selama perjalanan. Jika tidak sedang dipakai, masukkan ke dalam sarung atau tas. Hati-hati juga agar kamera digital Anda tidak terkena air. Lebih baik lagi jika Anda membawa kamera yang tahan segala cuaca (all weather), seperti misalnya Nikon Coolpix S2.
  • Manfaatkan fitur-fitur kamera untuk mendapatkan variasi dan hasil gambar yang optimal. Beberapa kamera digital juga telah dilengkapi fitur-fitur untuk editing dan koreksi, misalnya fasilitas D-lighting pada kamera Nikon D40 dan D80, yang memungkinkan Anda melakukan penambahan pencahayaan pada hasil gambar yang kurang pencahayaan. Pada Kamera digital Nikon Coolpix terdapat beberapa pilihan setting program yang telah disesuaikan dengan situasi pemotretan dinamakan Scene Mode dan fasilitas mode bantuan untuk mengoptimalkan penempatan posisi objek foto yang dinamakan Assist Modes.

6/23/2008

Kekuatan Doa, Dzikir, dan Ikhtiar

Apa rahasia kekuatan do’a? Apakah do’a betul-betul dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik? Pada prinsipnya, setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun cara terkabulkannya do’a ada empat macam. Pertama, kontan. Yaitu langsung dikabulkan saat itu juga. Kedua, ditangguhkan. Yaitu diberikan nanti pada saat yang tepat dan pada saat orang yang berdo’a tersebut masih hidup di dunia. Yang ketiga diberikan separuh di dunia dan separuh di akhirat. Yang dimaksud separuh itu bisa fifty-fifty dan bisa juga forty-sixty, terserah yang mengabulkan. Yang keempat diberikan semuanya setelah orang yang berdo’a tersebut meninggal alias diberikan di akhirat.

Kenapa do’a tidak diberikan kontan saja? Ada alasannya. Coba bayangkan kalo semua orang di kota Bandung berdo’a untuk diberikan mobil. Maka sesuai dengan jumlah penduduk kota Bandung yang berjumlah kira-kira sekitar 2 juta orang, maka akan turun sekaligus mobil sebanyak 2 juta buah. Jalanan di kota Bandung akan macet dan padat. Maka satu-satunya jalan adalah tidak semua do’a akan dikabulkan dengan sifat kontan karena hanya akan merusak keseimbangan dan keharmonisan di dunia saja. Ingat bahwa Tuhan adalah pemelihara alam ini yang selalu senantiasa menjaga keseimbangan dan keharmonisannya. Tidak akan ada daun jatuh sehelai pun tanpa seizin-Nya. Semua yang terjadi di alam ini sudah terjadi sesuai dengan kehendak-Nya dan seizin-Nya.

Memang kadang-kadang kita mengeluh karena do’a yang kita panjatkan tidak pernah Beliau berikan. Namun Tuhan Maha Tahu. Mungkin di mata kita, bisa jadi sesuatu itu baik sedangkan di mata Tuhan hal tersebut tidak baik. Dan begitu pun sebaliknya. Siapa yang bisa lebih tau daripada Tuhan? Kita sebagai manusia yang punya sangat banyak keterbatasan tentu tidak tahu apa rencana yang sedang Tuhan rencanakan untuk kita. Dan yang lebih baik pandangan dan juga rencananya adalah tentu pandangan Tuhan dan rencana Tuhan. Karena apa yang selalu kita rencanakan belum tentu semua itu dapat terjadi, tapi rencana Tuhan pasti terjadi.

Do’a bisa juga menjadi pengubah takdir kita. Mungkin yang tadinya kita ditakdirkan miskin maka setelah berdo’a, JREG!!!, datanglah surat kontrak terbaru untuk kita karena do’a kita. Maka mintalah do’a untuk supaya mati dalam keadaan khusnul khotimah. Karena ada contoh yang memperlihatkan ada orang yang selalu berbuat baik semasa hidupnya namun meninggal dalam keadaan suul khatimah. Dan jangan pula merasa tidak enak karena banyak sekali permintaan kepada Tuhan. Memang kalo manusia diminta terus-terusan oleh temannya maka akan marah. Tapi Tuhan tidak. Semakin banyak do’a manusia kepadaNya maka semakin senang Beliau kepada kita.

Apakah ada yang lebih utama daripada kekuatan do’a? Ada, yaitu kekuatan dzikir. Sesungguhnya dzikir adalah lebih utama daripada do’a. Dzikir astagfirullah sesungguhnya bisa menghapus do’a dan meningkatkan derajat kita, memberikan kemudahan di saat kesempitan dan datangnya rizqi di saat yang tidak terduga-duga. Rasulullah pun setiap harinya tidak pernah ketinggalan membaca astagfirullah padahal beliau adalah manusia yang dimaksum oleh Tuhan sehingga tidak akan melakukan dosa/kesalahan. Dan yang terakhir adalah kekuatan ikhtiar. Dengan ikhtiar maka kehidupan kita akan berubah. Ini sudah pasti akan mudah diterima oleh akal pikiran kita karena banyak orang yang hanya ahli ikhtiar saja, kehidupannya sangat baik. Ini sangat banyak terjadi dimana-mana di belahan dunia ini.

Dengan menggabungkan tiga kekuatan yang telah saya sebutkan di atas, yaitu kekuatan do’a, kekuatan dzikir dan kekuatan ikhtiar, maka sudah komplitlah senjata yang kita miliki. Mudah-mudahan kita bisa mengamalkan teori mudah di atas ini menjadi aplikasi sehari-hari sehingga kita bisa menjadi ahli di tiga bidang tersebut.

"The Ten Most Dangerous Mistakes YOU Probably make with women -- And what to do about it... "


Here Are The Top Ten Reasons Why Men Fail With Women—And How To Make Sure YOU Avoid Every One Of These Deadly Common Mistakes...


MISTAKE #1: Being
Too Much Of A “Nice Guy”

Have you ever noticed that the really attractive women never seem to be attracted "nice" guys?

Of course you have.

Just like me, I'm sure you've had attractive female friends that always seemed to date "jerks"... but for some reason they were never romantically interested in YOU.

What's going on here?

It's actually very simple...

Women don't base their choices of men on how "nice" a guy is. They choose the men they do because they feel a powerful GUT LEVEL ATTRACTION for them.

And guess what?

Being nice doesn't make a woman FEEL that powerful ATTRACTION.

And being NICE doesn't make a woman CHOOSE you.

I realize that this doesn't make a lot of logical sense, and it's hard to ACCEPT... but GET OVER IT.

Until you accept this FACT and begin to act on it, you'll NEVER have the success with women that you want.

MISTAKE #2: Trying To
“Convince Her To Like You"

What do most guys do when they meet a woman that they REALLY like... but she's just notinterested?

Right! They try to "convince" the woman to feel differently.

Well, I have news for you... YOU WILL NEVER CHANGE HOW A WOMAN "FEELS" WHEN IT COMES TO ATTRACTION!

Never, ever, EVER.

You cannot CONVINCE a woman to feel differently about you with "logic and reasoning".

Think about it.

If a woman doesn't "feel it" for you, how in the world do you expect to change that FEELING by being "reasonable" with her?

But we all do it.

When a woman just isn't interested, we beg, plead, chase, and do our best to change her mind.

Bad idea. One that will never work.

MISTAKE #3: Looking To Her
For Approval Or Permission

In our desire to please women (which we mistakenly think will make them like us), us guys are always doing things to get a woman's "approval" or "permission".

Another HORRIBLE idea.

Women are NEVER attracted to the types of men who kiss up to them... EVER.

Don't get me wrong here.

You don't have to treat women BADLY for them to like you.

But if you think that treating a woman well means "always getting her approval and permission for things", think again.

You will never succeed by looking for approval. Women actually get ANNOYED at men who seek their approval.

Doubt me? Just ask any attractive woman if Wussy guys who chase her around and want her approval annoy her...

MISTAKE #4: Trying To “Buy” Her Affection With Food And Gifts

How many times have you taken a woman out to a nice dinner, bought her gifts and flowers, and had her REJECT you for someone who didn't treat her even HALF as well as you did?

If you're like me, then you've had it happen a LOT.

Well guess what?

It's only NATURAL when this happens...

That's right, I said NATURAL.

When you do these things, you send a clear message:

"I don't think you'll like me for who I am, so I'm going to try to buy your attention and affection".

Your good intentions usually come across to women as over-compensation for insecurity, and weak attempts at manipulation. That's right, I said that women see this as MANIPULATION.

MISTAKE #5: Sharing
“How You Feel” Too Early In
The Relationship With Her

Another huge and unfortunate mistake that most men make with women is sharing how they "feel" too early on.

Attractive women are rare.

And they get a LOT of attention from men.

Most men don't realize this, but attractive women are being approached in one way or another ALL THE

An attractive woman is often approached several times a DAY by men who are interested. This translate into dozens of times per week, and often HUNDREDS of times per month.

And guess what?

Attractive women have usually dated a LOT of men.

That's right. They have EXPERIENCE.

They know what to expect.

And one thing that turns an attractive women off and sends her running away faster than just about anything is a guy who starts saying "You know, I really, REALLY like you" after one or two dates.

This signals to the woman that you're just like all the other guys who fall for her too fast... and can't control themselves.

Don't do it. Lean back. Relax.

There's a much better way...

MISTAKE #6: Not “Getting” How Attraction Works For Women

Women are VERY different from men when it comes to ATTRACTION.

You need to accept this fact, and deal with it.

When a man sees a beautiful, young, sexy woman, he INSTANTLY feels a sexual attraction.

But does the same apply for women?

Do women feel sexual attraction to men based mostly on looks? Or is something else going on?

Well, after studying this topic for over five full years now, I can tell you that women usually have their "attraction mechanisms" triggered by things OTHER than looks.

Have you ever noticed that you see a lot more average and unattractive men with beautiful women than the other way around?

Think about it.

Women are more attracted to certain qualities in men... and they're attracted to the way a man makes them FEEL than they are to looks alone.

If you know how to use your body language and communication correctly, you can make women feel the same kind of powerful sexual attraction to you that YOU feel when you see a hot, sexy young woman.

But it's not an accident. You have to LEARN how to do this.

And ANY guy can learn how...

MISTAKE #7: Thinking That It
Takes Money And Looks

One of the most common mistakes that guys make is giving up before they've even gotten started... because they think that attractive women are only interested in men who have looks and money... or guys who are a certain height... or guys who are a certain age.

And sure, there are some women who are only interested in these things.

But MOST women are far more interested in a man's personality than his wallet or his looks.

There are personality traits that attract women like a magnet...

And if you learn what they are and how to use them, YOU can be one of these guys.

YOU DO NOT have to "settle" for a woman just because you aren't rich, tall, or handsome.

Let me say this again: If you know how to use your body language and communication correctly, you can make women feel the same kind of powerful sexual attraction to you that YOU feel when you see a hot, sexy young woman.

MISTAKE #8: Giving Away
All Of Your Power To Women

Earlier I mentioned that it's a mistake to look to a woman for approval or permission.

Well, another similar tactic that a lot of guys use is GIVING AWAY THEIR POWER to women.

Said differently, guys try to get women to like them by doing whatever the woman wants.

Another bad idea...

Women are NEVER attracted to men that they can walk all over... Women aren't attracted to Wussies!

MISTAKE #9: Not Knowing
EXACTLY What To Do In Each
Type Of Situation With Women

Now I'm going to blow your mind...

A woman ALWAYS knows what you're thinking.

Women are approximately TEN TIMES better than men at reading body language. That's ten TIMES.

I know, it might be hard to believe. But for example, if you're out on a date with a woman, and you want to kiss her, she knows it.

And if you don't know exactly what to do and exactly HOW to kiss her, and you just sit there looking at her and getting nervous, she won't help!

And this goes for ALL aspects of women and dating...

Approaching a woman, getting her number, asking her out, kissing her, getting physical... everything.

If you don't know what to do in each situation, you will probably screw it up... and LOSE EVERYTHING.

And you KNOW it.

It is VITALLY important that you know EXACTLY how to go from one step to the next with a woman... from the first meeting, all the way to the bedroom.

MISTAKE #10: Not Getting HELP

This is the biggest mistake of all.

This is the mistake that keeps most men from EVER having the kind of success with women that they truly want.

I know, guys don't like to make themselves look weak or helpless. We don't like to ask for help.

Hey, I've been there myself.

Let me tell you a little about me and how I figured out how to be successful with women...

About five years ago I became fed up with the fact that I didn't know how to approach, meet, and get dates with women that I was attracted to.

It frustrated the hell out of me.

One night I was out with a friend, and I saw a woman I wanted to ask out, but I just couldn't get up the nerve to do it. I can still remember that night... right on the spot I made the decision to do whatever it took to learn how to be successful with women and dating.

Well, after a lot of hard work and trying all kinds of crazy things, I finally figured it all out.

I can now approach just about any woman and get her number almost instantly. I've dated models, I've dated actresses, and I've dated nice, normal, regular girls as well.

It has been a very rewarding experience. I no longer feel that sick, insecure feeling... like I don't know how to meet women... and I might wind up alone.

I know that anytime, anywhere, I can go out and meet attractive women.

I've written a book on the topic, and I've done seminars on both coasts of the United States... and taught tens of thousands of men all around the world.

-By David DeAngelo, Author Of “Double Your Dating”

6/22/2008

Increase your horsepower car by Unichip


well...gw mo review piggyback unichip D23 yg ada d jazz vtec manual gw....
alat ini bekerja untuk menipu ecu standar mobil dengan cara memanipulasi input data yang berasal dari sensor lambda, oksigen, dan timing menjadi output yg menipu ecu mobil ...

keuntungan dari piggyback ini adalah :
1. peningkatan tenaga dan torsi, karena alat ini dapat mengatur ulang lambda, air fuel ratio, dan timing pengapian.
2. bensin lbh irit, karena alat ini dapat mengefisienkan mesin mendekati 100%
3. 2 map utk setelan yg berbeda

well,,,seberapa besar seh peningkatan nya...??
ok...utk mengetahui perbedaanny, qta dyno on wheel ja...






see??
uda kliatan kan perubahan ny....
tenaga boil gw naek sekitar 23 dk & torsi naek sekitar 24.5 N/m
peningkatan tersebut uda cukup untuk jalanan kota yg padat....
dan loe semua ga usah injek gas dalem"...soalny torsi mobil gw yg skrg dah cukup utk ngejar angkot.. hehe... and then... konsumsi bensin loe jg bkln lbh irit...

piggyback ini jg bsa 2 map...maksudnya loe bsa memakai 2 setelan yg berbeda...
loe pengen irit ato balap tinggal pindahin ja switch selectorny...
ato loe pgn premium or pertamax jg bsa...
dan bsa d remapping klo loe mu rubah setelan awalnya ...
sesuai dgn kebutuhan loe...
kya gni neh mksd gw....



# note #

Hasil dyno sesuai dgn spesifikasi berikut :
* bensin pertamax
* header, downpipe&muffler aftermarket
* air filter replacement

Teknik Dasar nge-Drift Part 2

Di artikel sebelumnya, sudah dipaparkan beberapa teknik dasar drifting yang dominan menggunakan rem dan kopling. Sekarang ada beberapa teknik drift variasi. Yang pertama adalah power-over drift. Dengan teknik ini, driver sangat mengandalkan gas. Gas dipacu habis sepanjang tikungan. Ini akan membuat bagian belakang mobil terlempar ke samping. Teknik in membutuhkan horsepower yang besar.


Ada lagi yang namanya feint drift. Cara melakukannya, driver melajukan mobilnya di bagian luar tikungan, dan saat mendekati tikungan, berat mobil di dorong seluruhnya ke ban bagian luar. Kemudian secara cepat belokkan ke dalam. Pergantian sisi berat yang cepat akan menyebabkan suspensi mobil menghentak dan membuat bagian belakang mobil drifting.


Teknik lainnya adalah jump drift. Dalam teknik ini, saat mendekati tikungan driver memantulkan ban belakang di sisi dalam track ke pembatas. Pantulan ini akan secara mendadak memindahkan berat mobil ke sisi luar. Ban kemudian akan kehilangan traction dan terjadilah drift.

Teknik Dasar nge-Drift Part 1


Drifting bisa dilakukan dari tiga jenis teknik dasar yaitu:
Yang pertama adalah dengan mengandalkan kopling. Saat mendekati tikungan, driver menahan kopling, kemudian meningkatkan rpm dan downshift. Kemudian ia melepas kopling secara mendadak sehingga terjadi ”ledakan” tenaga yang bisa membuat ban belakang sampai kehilangan traction. Ini adalah teknik drifting yag paling dasar,

namanya clutch-kick drift.


Teknik yang masih menggunakan kopling adalah shift lock drift. Caranya adalah saat mendekati tikungan, driver menurunkan transmisi dan memperkecil rpm sehingga drivetrain akan melambat. Kemudian ia melepas kopling tiba-tiba sehingga ban belakang kehilangan kecepatan dan kehilangan traction juga.


Selain dengan koplig, driftng juga bisa dilakukan dengan mengandalkan rem. Yang pertama adalah E-brake drift. Driver membelokkan mobilnya kemudian langsung menarik rem tangan untuk mengunci ban belakang dan bagian belakang mobilnya akan nge-drift. Ini juga salah satu tekik driting paling dasar.


Cara yang kedua adalah breaking drift. Driver membelokkan mobilnya sambil mengerem untuk mendorong berat mobil ke bagian depan, kemudian ban belakang mobil akan kehilangan beban dan pastinya kehilangan traction. Disini akan digunakan kombinasi rem dan perseneling untuk mempertahankan drift tanpa mengunci ban belakang.

Cara lainnya adalah long slide drift. Di atas track lurus yang panjang, driver memacu mobilnya diatas 160 km per jam, kemudian tiba-tiba menarik rem tangan. Hal ini akan menyebabkan drifting dengan sliding yang panjang. Teknik yang cukup sulit dan butuh keakuratan yang tinggi


Teknik-teknik lain yang tidak kalah canggih bisa dilihat di artikel berikutnya.

Cinta dan Perkawinan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu
cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya? "

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang
luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa
boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu
saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia
kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa
apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu
saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali
(berbalik)" Sebenarnya aku telah menemukan
yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan
sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat
kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwasanya ranting-ranting
yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada
akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
"Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa
menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur
didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur
kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh
menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika
kamu menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan apa itu
perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia
kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut
bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong
pohon yang seperti itu?"
Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah
hampir setengah hutan, ternyata aku kembali
dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk
amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan
membawanya kesini. Aku tidak mau
menghilangkan kesempatan untuk
mendapatkannya"

Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah
perkawinan"

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak
ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati,
ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang
lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih
akan cinta, maka yang didapat adalah
kehampaan... tiada
sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak
dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah
proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu
mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau
dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam
mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya
kesempurnaan itu hampa adanya.