6/30/2008

Kisah Nabi Adam AS

Sebelum Adam diciptakan. Allah menciptakan langit bumi dan isinya dalam waktu enam hari (satu hari disisi Allah sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia).

Sesudah langit dan bumi,malikat dan jin atau iblis diciptakan. Maka Allah menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di bumi. Adam diciptakan Allah dari tanah liat dan Lumpur hitam, setelah terbentuk kemudian ditiupkan roh kedalamnya.

Allah kemudian memerintahkan para malaikat, iblis, dan jin untuk bersujud kepada Adam sebagai pernyataan hormat. Para malaikat pun bersujud kepada Adam, tetapi hanya iblis yang tak mau bersujud. Ia membangkang perintah Allah karena merasa dirinya lebih baik daripada Adam, iblis diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah. Allah murka mendengar bangkangan iblis,dan Allah mengusir iblis dari surga. Iblis menginginkan Allah untuk mengabulkan permohonannya untuk hidup lama hingga kiamat nanti. Sesuai dengan sumpah iblis,sejak itulah iblis mulai menyesatkan umat manusia.

Allah merasa kasihan kepada Adam karena merasa dirinya kesepian, maka Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam sendiri. Setelah diciptakan Adam merasa kaget karena melihat seorang wanita yang indah, cantik, dan menakjubkan. Hawa telah ditakdirkan menjadi istri Adam, mereka bersuka ria di taman surga dan dapat bersenang-senang sepuas hati. Mereka boleh makan apa saja selain memakan buah khuldi. Ketika Adam dan Hawa merasa haus dan lapar, iblis menggoda keduanya agar memakan buah tersebut. Akhirnya Hawa tergoda dan mengajak Adam untuk memakan buah Khuldi. Berkali-kali iblis menggoda Adam dan akhirnya pun mereka memakannya, Allah murka dan mengusir mereka dari surga. Allah memerintahkan mereka turun ke bumi.

Sewaktu diturunkan di bumi keduanya berada di tempat yang terpisah jauh. Konon Nabi Adam di Tanah Hindia, dan Hawa di Tanah Arab. Di Bumi mereka harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan kehidupan karena bumi belum tersentuh oleh tangan manusia sehingga sangat menyeramkan. Selama bertahun-tahun mereka saling mencari. Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan. Akhirnya mereka bertemu di Padang Arafah. Setelah mereka bertemu maka mereka diam di goa yang sangat besar yang berada di dataran tinggi sehingga sulit untuk diserang binatang buas. Akhirnya pun dimulailah babak baru sebagai cikal bakal bagi kehidupan anak manusia.

Tidak ada komentar: